Selasa, 09 Agustus 2022

Jaminan Kualitas Perangkat Lunak (Software Quality Assurance)

Software Quality Assurance (SQA) merupakan pola aksi yang terencana dan sistematis yang dibutuhkan untuk memastikan kualitas suatu software. Lingkup dari SQA dalam software sangat beragam, mencakup pembuat software, manajer proyek, customer, sales peoples, dan orang-orang yang dilayani SQA.


A. SQA diaplikasikan secara menyeluruh pada proses pengembangan software, yang meliputi:

1. Analisis, perancangan, pengkodean, dan metode serta peralatan uji coba.

2. Tinjauan ulang teknikal secara formal yang diaplikasikan pada setiap tahapan pengembangan software.

3. Strategi uji coba dengan banyak tahapan (multitiered)

4. Pengawasan terhadap dokumentasi software dan perubahan yang dialaminya.

5. Suatu prosedur untuk menjamin pemenuhan standar pengembangan software (jika ada).

6. Mekanisme pengukuran dan laporan.


B. Aktivitas-aktivitas SQA

1) Aplikasi metode-metode teknikal (Application of technical methods)

    Kualitas software didesain ke dalam sebuah produk atau sistem. Pada kenyataannya SQA dimulai dengan sekumpulan metode teknikal yang membantu analisis untuk mrncapai spesifikasi dengan kualitas yang tinggi dan para perancang membangun desain yang berkualitas tinggi.


2) Mengadakan review teknikal formal (conduct of formal technical reviews)

    Aktivitas utama yang memenuhi penaksiran kualitas adalah formal technical review (FTR). FTR merupakan pertemuan khsus yang diadakn oleh staff teknikal dengan tujuan untuk menemukan masalah.Dalam berbagai situasi,review merupakan hal yang efektif seperti uji coba dalam mengungkap kerusakan dalam software.


3) Uji coba perangkat lunak (software testing)

     Uji Coba software mengombinasikan strategi beberapa tahapan/langkah dengan sejumlah desain metode uji kasus yang membantu memastikan pendeteksian kesalahan yang efektif. Banyak pengembang software menggunakan uji coba software sebagai jaminan kualitas.


4) Pelaksanaan standar (enforcement of standards)

     Tingkatan di mana prosedur dan standar formal diaplikasikan dalam proses pengembangan software, sangat bercvariasi antara satu perusahaan dengan yang lainnya. Dalam banyak kasus, standar ditentukan oleh konsumen atau pembuat kebijakan. Jika standar disediakan (secar formal tertulis), aktivitas SQA harus dilaksanakan untuk memastikan standar-standar  tersebut dilaksanakan.


5) Pengawasan terhadap perubahn (control of change)

    Setiap perubahan yang dilakukan pada software sangat potensial untuk menghasilkan kesalahan atau membuat  efek sampingan yang mengakibatkan kesalahan. Proses pengawasan perubahan memberikan kontribusi secar langsung terhadap kialitas software dengan permintaan perubahan yang diformalkan.


6) Pengukuran (measurement

    Yaitu aktivitas yang melengkapi setiap bidang pengembangan. Tujuan utama dari SQA adalah untuk menelusuri kualitas software dan memperkirakan pengaruh dari perubahan secara metofologi maupun prosedur pada peningkatan kualitas software. Untuk itu, ukuran-ukuran software harus dikumpulkan.


7) Penyimpanan catatan dan laporan (record keeping and reporting)

     Penyimpanan catatan dan perekaman pada SQA menyediakan prosedur untuk mengumpulkan dan penyebaran informasi SQA. Hasil dari review, audit, pengawasan perubahan, uji coba, dan aktivitas SQA lainnya harus menjadi bagian dari record history untuk proyek dan harus disebarkan untuk staff pengembangan untuk pengetahuan.


C. Tinjauan ulang perangkat lunak (software review)

    Sebuah tinjauan ulang atau review merupakan suatu cara yang memanfaatkan keberagaman sekelompok orang untuk:

a. Mengetahui peningkatan yang diperlukan oleh suatu produk seseorang atau tim

b. Menginformasikan bahwa peningkatan bagian-bagian suatu prouk tidak diinginkan atau tidak diperlukan.

c. Pencapaian pekerjaan secara teknis yang lebih seragam, atau sedikitnya lebih dapat diramalkan, mutu yang dapat dicapai tanpa tinjauan ulang, dalam rangka membuat pekerjaan teknis yang lebih dapat dikendailkan.


D. Review Teknikal Formal (Formal Technical Review)

    Formal Technical Review (FTR) merupakan aktivitas SQA yang dilakukan oleh praktisi pengembang software. FTR meliputi,

a. Pertemuan Review (Review Meeting)

b. Laporan Review dan Penyimpanan catatan (Review Reporting and Record Keeping)

c. Review Guidelines.

d. Review Checklist. 

    Berikut beberapa checklist yang dapat digunakan untuk menaksir produk yang merupakan bagian dari pengembangan software:

1) Software engineering

2) Software project planning

3) Software requirements analysis

4) Software design

5) Coding

6) Software testing

7) Maintenance